Wawancara :
“Selamat pagi pak! Saya ingin mengadakan wawancara dengan bapak.
Apakah
bapak bersedia?”
Guru : “Ya tentu. Kapan saya bisa adik
wawancara?”
Wawancara :
“Besok pada tanggal 25 Januari 2015. Jadi saya akan mewawancarai
Bapak
bersama orang yang sudah saya hubungi sebelumnya”.
Guru : “Baiklah”.
Wawancara :
“Selamat pagi pak! Saya ingin mengadakan wawancara dengan bapak.
Apakah
bapak bersedia?”
Orang
tua : “Ya tentu. Kapan saya bisa adik
wawancara?”
Wawancara :
“Besok pada tanggal 25 Januari 2015. Jadi saya akan mewawancarai
Bapak
bersama orang yang sudah saya hubungi
sebelumnya”.
Orang
tua : “Baiklah”.
Wawancara :
“Pagi dek! Saya ingin mengadakan wawancara dengan adik.
Apakah
adik bersedia?”
Siswa : “Ya”.
(Guru,
siswa, orang tua siswa,tokoh masyarakat berkumpul di balai kota).
Wawancara :
Apakah penyebab utama terjadinya kecelakaan?
Orang
tua : Karena pengendara tidak mematuhi
aturan.
Wawancara :
Bagaimana pendapat ibu jika ada anak dibawah umur mengendarai
Kendaraan sendiri?
Lurah : Saya tidak setuju. Karena secara
Fisik, kendaraan didesain untuk orang
dewasa,
bukan untuk anak-anak. Sering terlihat ada anak kecil
mengendarai motor, sementara kaki
belum bisa menjangkau tanah.
Tingkat
emosi yang tidak diimbang kemampuan kognitif akan
mengakibatkan anak cenderung meledak-ledak. Faktor sosial, dimana
kecenderungannya berkendara sebelum dewasa, biasanya akan
mendorong
anak, belajar melanggar aturan lalu lintas. Dan yang terakhir
Pihak
Kepolisian sudah menetapkan bahwa Surat Izin Mengemudi (SIM)
baru bisa
diberikan untuk usia 17 tahun ke atas.
Wawancara :
Bagaimana cara mengatasi
permasalahan itu pak?
Guru : yaitu dengan cara memberikan
sosialisasi etika dan keselamatan
berkendara
di sekolah-sekolah. Selain itu juga pembagian pamflet kepada
para orang
tua untuk mengingatkan dan mencegah anaknya untuk
mengendarai
kendaraan sendiri sebelum cukup umurnya dan memiliki
Surat Izin
Mengemudi.
Wawancara :
“Apakah adik diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri oleh orang
Siswa I
: “Kalau saya sih boleh,
tetapi saya tidak mau melanggar peraturan”.
Wawancara :
“O begitu. Kalau adik yang ini apakah boleh mengendarai sepeda motor
sendiri
ke sekolah?”.
Siswa II
: “Kalau saya dilarang
orang tua mengendarai sepeda motor sendiri karena
saya
belom memiliki SIM.
Wawancara :
“Terimakasih atas kerjasama anda, maaf saya menyita waktu anda.
Kurang
lebihnya saya mohon maaf dan terima kasih.
Camat,guru,orang
tua dan siswa : (secara serempak) “Sama-sama”.
Komentar
Posting Komentar